Wednesday, 21 October 2020

LANGKAH MUDAH MENCARI KERJA



Setiap orang butuh uang. Sedangkan uang dapat diperoleh karena bekerja. Karena itu berjuta-juta orang butuh pekerjaan. Sebagian besar anak muda yang lulus SMU atau Sarjana mengeluh: mencari pekerjaan itu susahnya setengah mati.
Sebenarnya tidak. Mendapatkan pekerjaan itu tidak susah asal kita tau caranya. Apa harus pakai uang sogok? Tidak perlu.
Dalam postingan kali ini kita akan membahas bagaimana anda, lebih-lebih ---maaf--- yang masih pengangguran untuk bisa bekerja, bagaimana supaya mempunyai semangat dan keyakinan diri. Bagaimana cara membuat surat lamaran yang benar, dan kiat-kiat bagaimana menghadapi tes wawancara supaya berhasil.

KEBUTUHAN MENCARI PEKERJAAN
Lulus sekolah dengan nilai ijazah yang bagus dan dilengkapi dengan sertifikat ekstrakurikuler, misalnya kemampuan mengetik sepuluh jari serta komputer (windows, MS word, atau yang lainnya) merupakan suatu hal yang cukup hebat bagi kita. Karena dengan bekal tersebut, kita membayangkan akan mudah mendapatkan suatu pekerjaan, khususnya pekerjaan yang bergengsi dan bergaji tinggi dengan fasilitas yang terjamin.
Hal seperti diatas itulah yang mungkin terlintas dihati kita, setelah kita lulus sekolah atau menjadi seorang sarjana. Akan tetapi, apakah kenyataannya nanti akan semudah yang kita bayangkan?.
Pada saat ini, jawaban tentu saja tidak. Banyak orang yang kecewa karena angan-angan mereka tak menjadi kenyataan. Setelah membaca sebuah iklan lowongan kerja, membuat surat lamaran, foto copy ijazah lalu mengetuk pintu kantor. Apa yang dijumpai disana, lowongan sudah ditutup. Atau berkali-kali mengirim surat lamaran, tapi tak satupun yang memperolah panggilan. Tentu saja kita akan bertanya-tanya, apakah ada kesalahan teknis dalam surat lamaran kita atau karena hal lain?
Itulah sebuah gambaran tentang orang-orang yang mencari pekerjaan. Berjuta-juta orang pula yang gagal. Padahal kebutuhan untuk mendapatkan pekerjaan sudah mendesak. Pekerjaan adalah kebutuhan yang mendasar bagi setiap orang. Tak bisa ditunda-tunda lagi.

INFORMASI LOWONGAN KERJA
Lowongan pekerjaan tidak dapat diperoleh begitu saja, tanpa kita mencarinya. Ada seribu satu cara untuk memperolehnya, misalnya informasi dari teman, kenalan, dari karyawan dalam perusahaan yang membuka lowongan kerja, dari iklan radio, iklan TV atau instasi pemerintah. Tentu saja untuk mendapatkan informasi yang sangat berharga itu kita tidak boleh tinggal diam. Kita harus berusaha semaksimal mungkin untuk mencarinya. Paling tidak setiap pagi membaca iklan disurat kabar dan majalah.

MEMILIH IKLAN LOWONGAN KERJA
Sebelum kita menulis dan mengirimkan surat lamaran kerja keperusahaan, sebaiknya kita harus memilih iklan lowongan kerja yang mana yang sesuai dengan kemampuan kita dan memiliki peluang yang bagus untuk diterima. Hal ini harus diperhatikan. Sebab, jika kita sembarangan mengirim surat lamaran kerja tanpa memilih iklan lowongan kerja yang sesuai dengan kemampuan kita, akan membuang waktu dan biaya dengan percuma, karena suarat lamaran kerja yang kita kirimkan tidak pernah mendapatkan balasan.

AWAS TERJEBAK IKLAN LOWONGAN KERJA
Seringkali orang terjebak oleh iklan lowongan kerja, lalu kecewa. Setiap dijumpai iklan lowongan kerja di koran, segera mereka menulis surat lamaran. Tapi pada akhirnya semuanya kandas ditengah jalan. Kalaupun dipanggil, jenis pekerjaannya tak sesuai dengan yang diharapkan, akibatnya mereka sering kecewa.
Agar kita tidak terjebak pada iklan murahan yang janjinya selangit, maka sebelumnya kita perlu melakukan pengamatan. Apabila iklan itu mencantumkan nama dan alamat perusahaan secara jelas, maka kita bisa mendatanginya. Tanyakan kepada satpam atau salah seorang karyawan, sejauh mana kinerja perusahaan itu. Apakah perusahaan itu membutuhkan karyawan yang sesuai dengan keahlian kita.

JANGAN MENGANDALKAN KONEKSI
Koneksi memang sangat berpengaruh. Melalui koneksi, setidak-tidaknya surat lamaran kita lebih diperhatikan. Tapi ingat, kita tidak harus sepenuhnya mengandalkan kepada koneksi. Banyak kasus yang menimpa para pencari kerja. Mereka percaya sepenuhnya kepada bualan orang. Untuk meyakinkan “mangsanya” koneksi tersebut menjamin bahwa pencari kerja itu pasti diterima. Syaratnya, paling tidak harus menggunakan uang. Jika gagal, uang kembali. Jangan pernah percaya Hal itu.
Pada postingan berikutnya kita akan membahas tentang bagaimana Menulis Surat Lamaran Kerja yang baik.